Beristirahat Sejenak di Cepik Villa Sidemen

Let’s loosen up some time and take a break to re-calibrate our life. – Erik Pevernagie

Kadang-kadang kita memang harus istirahat sejenak. Untuk bernafas lega tanpa beban, untuk refreshing dari penatnya kehidupan sehari-hari, maupun untuk menata diri kembali agar menjadi lebih baik lagi. Pak suami yang sejak akhir Maret lalu mulai WFH gegara pandemi Covid-19 rupanya makin jemu dengan kondisi ini. Meski tetap berusaha menyibukkan diri untuk memasak di Dapur Joni, nampaknya Bettam masih tak mampu mengatasi rasa jenuh. Akhirnya di sebuah akhir pekan yang biasa saja, kami memilih untuk sejenak “liburan ala Corona”.

 

Cepik Villa Sidemen

 

Classic Deluxe Bungalow pilihan kami.

 

Terpilihlah Cepik Villa Sidemen sebagai tempat kami menginap. Lokasinya sangat tenang dan dikelilingi oleh sawah berundak. Sesampainya kami di sana, kami disambut ramah oleh seorang petugas dan saking sepinya kami diperbolehkan untuk melihat kamarnya terlebih dahulu sebelum check in. Dengan pertimbangan budget, kami memilih Classic Deluxe Bungalow. Lokasinya pas banget, dengan pemandangan kolam renang dan berlatarkan sawah nan luas. Lagi-lagi gegara dampak pandemi Covid-19, hanya 2 kamar saja yang terisi dari 6 kamar yang tersedia. Dan itupun kami adalah tamu ke-3 sejak bulan Maret lalu!

 

Tempat tidur berukuran queen yang nyaman untuk istirahat.

 

Pojok ruang tamu yang langsung menghadap ke sawah dan kolam renang vila.

 

 

Eksterior dan interior Cepik Villa ini didesain sedemikian rupa untuk menonjolkan ornamen dekoratif khas Bali. Mulai dari ukiran, bata terracotta hingga kain-kain yang dipilih, sangat Bali. Vila ini juga dilengkapi fasilitas lainnya seperti kolam renang terbuka, restoran, serta tempat parkir. Saya mulai menata barang bawaan sembari melakukan tur keliling vila, sedangkan Bettam sudah bersiap berendam di kolam renang.

Di sudut ruang tamu ada sebuah televisi layar datar, minibar, serta brankas. Di sisi lain terdapat tempat tidur ukuran queen berkelambu yang terlihat sangat nyaman. Lemari pakaian kayu etnik pun tersedia, dan ditambah dengan tempat tidur single yang bisa digunakan untuk tambahan tamu. Kemudian saya beranjak menuju kamar mandi yang luas. Dilengkapi dengan shower air dingin maupun panas, serta berbagai amenitiesnya yang lengkap.

Usai Bettam berenang, kami hanya duduk-duduk santai di teras vila sambil menyesap kopi Bali dan menikmati sepiring pisang goreng. Perlahan kabut malam mulai turun, suara kodok mulai bersahut-sahutan. Dinginnya Sidemen mulai menusuk. Namun kami justru memilih mencari makan di luar Cepik Villa karena ingin melihat suasana Sidemen kala malam hari.

 

Pisang goreng khas pedesaan untuk menikmati sore di Sidemen.

 

Sawah di depan kamar yang sudah dipanen.

 

Sepi dan dingin, suasana khas pedesaan. Kami mengendarai sepeda motor perlahan sambil mencari tempat makan yang tinggal beberapa saja yang buka. Tak jauh dari vila, kami menemukan sebuah rumah makan mungil yang menawarkan lezatnya masakan rumahan. Dengan sigap Bettam berhenti dan memarkirkan sepeda motor. Menikmati santap malam sederhana, dengan suasana pedesaan, syahdu sekali.

Pagi hari merupakan waktu favorit saya di Sidemen. Bagaimana tidak, sambutan suara kicauan burung dengan latar lanskap alam yang menakjubkan langsung bisa saya rasakan ketika membuka pintu kamar vila. Tak berselang lama, kami berdua berjalan kaki menuju Sungai Telaga Waja yang tak jauh dari Cepik Villa Sidemen. Untung saja arus sungai sedang tidak deras. Kami duduk-duduk sebentar di bebatuan sungai, sambil merendam kaki kami di dinginnya air sungai. Bettam tentu saja harus berperan jadi fotografer dadakan, memenuhi permintaan saya untuk difoto mumpung ada di tempat seindah ini.

 

Pagi hari di Sidemen.

 

 

Sejauh mata memandang di Sungai Telaga Waja.

 

Puas menikmati sungai dan pemandangan alam Sidemen, kami berjalan kembali ke vila. Tak tahan kami belum dapat asupan kopi pagi hari. Kami memilih duduk santai di Warung Cepik, sambil menikmati sawah terbentang luas dengan bukit-bukit tinggi menaunginya. Nikmat mana yang kau dustakan? Tak lama, seporsi American Breakfast dan nasi goreng terhidang di meja. Lengkap dengan buah potong segar dan…..kopi!

 

Sajian sarapan di Warung Cepik.

 

Cuman berani berenang 10 menit saja, nggak tahan dengan air dinginnya. Hahahaha

 

Sebelum beres-beres dan check out, saya puas-puasin berenang sambil bermalas-malasan. Hingga akhirnya waktu untuk pulang kembali ke Denpasar tiba. Pengalaman menginap di Cepik Villa Sidemen memang benar-benar waktu istirahat kami dari semuanya. Ditambah lagi fasilitasnya yang lengkap, serta suasana yang memanjakan para tamu. Sidemen dan Cepik Villa, perpaduan yang tepat untuk sejenak lari dari hiruk pikuk kota.

Yuk piknik!

 

 

 

 

Untuk informasi lebih lengkap tentang Cepik Villa Sidemen, bisa dilihat melalui laman ini: https://www.cepikvilla.com.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM