Semalam di Tepi Danau Buyan

Sekitar 60 menit berkendara dari hiruk pikuk Kota Denpasar, melewati jalanan yang berliku-liku dan melawan dinginnya cuaca saat itu, PiknikMelulu akhirnya tiba di Danau Buyan yang terletak di Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Karena berlokasi di dataran tinggi, atmosfer Danau Buyan sangatlah asri dan sejuk. Pemandangan danau dengan tepi rerumputan berpayungkan langit biru sungguhlah merayu, terlebih jika di hari biasa kalian adalah golongan pekerja penghamba mesin absen dan gaji bulanan. Yuuk, simak ceritanya!

Meluangkan waktu sejenak untuk berlibur sangatlah penting, setelah Senin hingga Jumat sepertiga waktu sudah dipersembahkan bagi rutinitas pekerjaan. Setelah berunding dengan beberapa kawan, akhirnya kami pilih Danau Buyan sebagai tujuan. Tema pikinik kali ini adalah: camping! Wohoooo! Akhirnya merasakan tidur dalam tenda di alam terbuka (lagi) setelah sekian lama.

Camping alias berkemah  sekarang ini bisa jadi salah satu pelarian atas penat rutinitas pekerjaan. Dan jika kalian tengah berada di Bali, tak ada salahnya mencoba berkemah bersama kawan-kawan di lokasi Danau Buyan ini. Tinggal berbekal perlengkapan seperti tenda dome, beberapa pakaian dan sedikit makanan pengganjal lapar, cukuplah untuk berangkat berkemah. Oya, sebaiknya bawa persediaan uang tunai.

 

Suasana camping di tepi Danau Buyan saat akhir pekan.

 

Tepi Danau Buyan memang terkenal sebagai tempat untuk berkemah. Selain tempatnya sejuk, pemandangan yang disajikan pun akan membuat mata kamu terbelalak tak berkedip. Setelah puas berkeliling dan mencari tempat yang pas untuk berkemah, kami pun segera mendirikan tenda. Tak lupa juga mempersiapkan tempat api unggun untuk menghangatkan badan. Tak perlu susah mencari kayu bakar maupun persediaan makanan atau minuman, karena penduduk sekitar banyak yang membuka sebuah warung dan menjual kayu bakar beserta persediaan lainnya untuk berkemah. Malam tiba dan api unggun pun sudah siap. Duduk dan berdendang bersama sambil berbagi cerita serta canda tawa, malam yang sungguh sempurna!

Esok paginya jika cuaca cerah, kamu bisa menikmati sunrise dari Danau Buyan. Berhubung pertama kali berkemah kami bangun agak kesiangan, dan yang kedua kalinya cuaca cukup mendung, kami pun tak sempat menikmati matahari terbit di tepi danau.

 

Semburat sinar matahari pagi yang malu-malu karena mendung.

 

Kegiatan berikutnya yang bisa dilakukan adalah trekking di hutan. Sekitar 15 menit – 20 menit berpetualan di dalam hutan, saya dan kawan-kawan sampailah di ujung lintasan trekking yang bisa digunakan juga untuk bersepeda. Dan pemandangan yang disajikan disana lebih WOW dari tempat kita berkemah! Ujung lintasan trekking tersebut merupakan sisi lain tepi danau yang jarang digunakan untuk berkemah. Bahkan kawasan tersebut bisa juga digunakan untuk foto prewed bersama pasangan tersayang lho :p

 

 

 

 

 

Setelah trekking singkat di hutan, kamu akan menemui pemandangan menakjubkan ini di ujung.

 

Berkemah di tepi Danau Buyan tidak mengeluarkan banyak biaya. Jika kamu mempunyai tenda sendiri, alangkah baiknya kamu bawa untuk menghemat biaya. Jika tidak punya, disana juga disediakan sewa tenda oleh pengelola Danau Buyan. Selain itu, kamu tinggal mengeluarkan beberapa ribu saja untuk keamanan serta kebersihan (diluar biaya jajan dan beli perlengkapan lainnya lho ya…). Jadi buat kamu-kamu yang suka tantangan dan pengen menjelajah suatu tempat, Danau Buyan bisa menjadi sebuah pilihan :).

Yuk piknik!

 

Peserta kemping di Danau Buyan tahun lalu (dari kiri – kanan): Diki, Bettam, saya, Kris, Clara, dan Calvin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *