Desir Angin Pantai di Desa Nelayan Amed

Siapa sih yang bisa menolak pesona pantai di Bali? Mulai Kuta yang tersohor, Sanur yang syahdu, atau pesona pantai berbukit kapur di Uluwatu? Desir ombak dan angin pantai yang merayu, ditingkah dengan cahaya jingga temaram mengantar mentari yang tenggelam. Dan jika kamu ingin menikmati suasana pantai yang lebih alami dan jauh dari hiruk pikuk wisata, cobalah untuk meluncur ke arah timur Bali. Salah satu yang kami sarankan adalah Pantai Amed, di ujung timur Karangasem, Bali

Ini merupakan ketiga kalinya saya mengunjungi Desa Amed, Karangasem, Bali. Dimana di desa ini mempunyai garis pantai yang cukup panjang dan dikenal dengan Pantai Amed. Saya sendiri sudah tiga kali berkunjung kesini dan tak pernah bosan. Kunjungan pertama dan kedua, saya menikmati keindahan alam bawah lautnya dengan snorkeling. Sayangnya kunjungan saya yang ketiga hanya menikmati sepanjang pantai saja karena saat itu saya sedang menghadiri pernikahan salah satu sahabat saya akhir Juli 2017 lalu. Ditambah lagi cuaca pas cerah banget sehingga Gunung Agung pun terlihat mempesona.

 

 

Setelah selesai menghadiri resepsi pernikahan Bali sederhana di rumah sahabat saya, sopir kenalan saya yang membawa saya dan seorang teman ke Amed pun berkata.

“Mau mampir pantai dulu mbak sebelum pulang ke Denpasar?”

Sontak tanpa pikir panjang saya pun langsung berteriak kegirangan.

“IYA Bli!”

Akhirnya kami keluar gang rumah sahabat saya dan langsung melaju pelan menyusuri sepanjang Pantai Amed. Kawasan wisatawan tersebut tak banyak berubah sejak pertama kali saya mengunjungi tempat ini awal pindah ke Bali 4 tahun lalu. Ada beberapa penginapan maupun tempat makan atau minum baru yang dibangun untuk memeriahkan wilayah tersebut serta memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan yang ingin tinggal disana.

Setelah beberapa kali berhenti di tepi pantai yang cukup sepi untuk berfoto, sang bapak pun putar balik bersiap untuk mengarahkan mobil kembali menuju Denpasar. Sekitar 1 kilometer sebelum keluar dari Pantai Amed, sang bapak menghentikan mobilnya.

“Mbak, ini salah satu tempat untuk melihat matahari terbenam disini. Sudah jadi restoran sih, tapi coba Tanya saja mbak kalau untuk motret sunset sebentar boleh atau tidak.”

Akhirnya saya dan teman saya pun turun dan menanyakan kepada sang empunya restoran. Untungnya kami boleh mampir sebentar untuk mengabadikan momen matahari terbenam dan pemandangan Pantai Amed dari atas tanpa harus membeli makan atau minum terlebih dahulu.

Pantai Amed memang tidak mempunyai pasir putih seputih Pantai Kuta maupun pantai-pantai di kawasan Badung Selatan lainnya. Meskipun begitu, air lautnya tenang dan jernih. Bahkan kamu bisa langsung snorkeling dari tepi pantai tanpa harus naik kapal ke tengah laut terlebih dahulu (ini salah satu kelebihan pantai ini dan saya suka). Terumbu karangnya pun tumbuh indah dan subur sehingga menjadi rumah bagi ikan-ikan disana.

 

 

Dengan jarak tempuh sekitar 3 jam dari Kota Denpasar, disini ada beberapa titik untuk melakukan snorkeling maupun diving. Titik tersebut diantaranya Jemeluk Bay yang terdapat semacam kotak pos berada di bawah laut, dimana kita bisa mencoba mengirimkan kartu pos disini yang dibantu dengan pemandu atau warga sekitar. Selain itu, kamu juga bisa menyusuri beberapa patung yang ditanam di bawah laut untuk tempat tumbuh terumbu karang maupun rumah bagi para penghuni laut seperti patung mermaid, bola dunia, tikus, barong, hanoman, dan lain sebagainya. Kemudian ada juga Japanese Ship Wreck di bawah laut yang bisa kamu temui sekitar 2 kilometer dari Vienna Beach.

Jika kamu ingin snorkeling maupun diving disini tapi tidak punya atau lupa bawa peralatan lengkap, jangan khawatir. Disepanjang pantai banyak warga sekitar maupun pengusaha yang menyewakan peralatan untuk snorkeling dan diving. Saya sarankan untuk mencoba snorkeling atau diving disini pagi hari ketika air laut masih cukup tenang sehingga air belum terlalu keruh. Tapi kalau kamu sedang tidak ada keinginan untuk bermain air, cukup duduk-duduk saja menikmati pemandangan perbukitan serta laut lepas pun tak masalah.

Yuk piknik!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM