Mengejar Matahari di Bukit Campuhan

Akhir pekan telah tiba!

Sejak kali pertama menginjakkan kaki di Bali dan memutuskan untuk tinggal di sini, nama Bukit Campuhan sudah berhasil mengusik pikiran. Dari cerita yang banyak beredar, suasana yang super-asri dan indah di bukit yang terletak di salah satu sudut desa di Ubud ini seakan selalu memanggil untuk kami segera berkunjung kesana.
Sampai suatu malam kami sepakat untuk berangkat di pagi buta menuju ke…Bukit Campuhan! Yuuk piknik!

Akhir pekan kali ini, saya bersama Bettam dan sahabat kami, Calvin memilih berangkat saat pagi buta dari Denpasar menuju Ubud untuk trekking pendek dan menikmati matahari terbit di Bukit Campuhan Ubud. Bukit yang dikenal juga dengan nama Campuhan Ridge Walk ini bisa menjadi pilihan jika ingin menikmati suasana lainnya di Pulau Dewata selain pantai.

Lokasinya sendiri memang tidak mudah (banget) untuk menemukannya. Letaknya agak tersembunyi di balik Pura Gunung Lebah yang berada di bawah jembatan Sungai Campuhan. Jika ingin menyusuri Bukit Campuhan dari arah selatan, pengunjung akan melewati Pura Gunung Lebah yang dapat diartikan juga sebagai sebuah bukit kecil yang berada di lembah.

Karena letaknya yang tersembunyi ini, kami harus cukup jeli untuk mencari jalur masuknya. Berdasarkan panduan yang kami baca, kami harus menemukan jalan setapak menuju Pura Gunung Lebah. Dan ternyata jalur akses utamanya sama dengan gerbang masuk Ibah Villas & Suites, yang berada nyaris di ujung jalan Raya Ubud. Setelah menemukan jalur ini, kami tinggal menyusuri jalan setapak hingga menemukan jalan kecil berpaving.

Sekitar 200 meter melewati jalan setapak, kami memasuki jalur dengan paving batu yang dikelilingi hamparan tumbuhan ilalang hijau. Inilah Bukit Campuhan yang terkenal dikalangan wisatawan maupun penduduk sekitar Ubud.

 

Jalan masuk menuju Bukit Campuhan

 

Jalan berpaving menuju Bukit Campuhan

 

Pura Gunung Lebah dari jalan setapak menuju Bukit Campuhan

 

Jalan setapak di perbukitan ini tergolong lebar, bersih, dan bebas dari kendaraan bermotor. Jarak menuju puncak bukit berkisar 2 kilometer dengan waktu tempuh mencapai sekitar 20 menit. Banyak wisatawan maupun masyarakat lokal yang mengunjungi Bukit Campuhan untuk sekedar trekking ringan, jogging, ataupun bersepeda. Karena kami tidak mempunyai sepeda dan tidak menggunakan sepatu lari pada umumnya, kami pun memilih untuk sekedar trekking sambil menghirup udara segar pagi hari di Ubud.

 

Jika pagi hari Anda trekking di Bukit Campuhan, Anda akan dimanjakan dengan sinar matahari hangat selama berjalan kaki

 

Bukit Campuhan yang masih sangat asri tanpa kendaraan bermotor

 

Dengan pesonanya yang sangat asri, waktu paling pas untuk berjalan-jalan disini adalah pagi hari saat matahari terbit atau sore hari menjelang senja. Berkunjung ke bukit ini tidak dipungut biaya dan sama sekali, tidak ada penjaja makanan maupun minuman, sehingga jika ingin berkunjung ke bukit ini bawalah bekal makanan ataupun air mineral secukupnya. Jangan lupa, jagalah kebersihan di lingkungan Bukit Campuhan ini ya.

 

Masyarakat sekitar maupun wisatawan yang sedang menikmati suasana Bukit Campuhan di pagi hari

 

Yuk piknik!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM