Menghabiskan Waktu di Kuala Lumpur

Pucuk dicinta ulam tiba…

 

Ini kali pertama saya melakukan perjalanan keluar negeri. Pertama kalinya pula saya melewati proses pemeriksaan imigrasi Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Takut, deg-degan, terlalu bahagia, bingung, semua campur aduk menjadi satu. Namun semua perasaan itu sirna ketika akhirnya saya lolos pemeriksaan imigrasi dan duduk di dalam pesawat yang akan membawa saya menuju Kuala Lumpur.

Salah seorang sahabat saya, Steffi, yang kala itu cukup menjadi setan di penghujung tahun 2016 lalu, dengan santainya mengatakan “Yuk Nat ikut ke Kamboja. Budgetnya sedikit dan murah kok, ngga sampai 5 juta. Biar aku ada temannya jalan sampai Kamboja.”.

Sesaat kemudian saya pun terdiam, dan dalam hati sedikit mengumpat. Ini godaan yang amat sangat menarik bagi saya. Ditambah lagi saya memang belum pernah melakukan perjalanan keluar Indonesia. Jadi setelah dipiki-pikir, panjang kali lebar, akhirnya saya pun mengiyakan ajakan tersebut.

Seperti pepatah bilang, “Sekali dalam setahun, pergilah ke sebuah tempat dimana belum pernah kamu kunjungi sebelumnya.”. Saya pun sangat bersemangat sekali untuk melakukan perjalanan keluar pertama kalinya ini.

 

 

Sebelum berangkat, saya pun menentukan pilihan yang cukup berat untuk berhenti dari pekerjaan saya sebelumnya. Kali ini kami berdua hanya melakukan perjalanan ke Malaysia dan Kamboja saja, namun kami menyambangi beberapa kota dari kedua negara tersebut.

Sesampainya di Malaysia hari pertama, kami berdua hanya berjalan-jalan di pusat Kuala Lumpur saja, menikmati hiruk pikuk kota tersebut. Setelah menitipkan backpack kami di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (atau dikenal dengan KLIA2), kami segera menuju KL Sentral untuk mencicipi beberapa makanan khas Negeri Jiran seperti nasi lemak. Sudah cukup melek dan kenyang setelah makan serta ngopi, kami melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat di pusat kota menggunakan monorail.

 

 

Setelah puas mengisi perut dan tenaga, kami kemudian melanjutkan perjalanan. Sebenarnya selama di Kuala Lumpur ini kami hanya sekedar transit dan menghabiskan waktu seharian saja, sebelum esoknya kami lanjut menuju Penang. Akhirnya kami hanya memilih untuk menyusuri beberapa tempat di pusat kota sekaligus cari diskonan pakaian. Maklum lah ya, namanya juga cewe-cewe ya kan….

Pemberhentian pertama kami menuju daerah Bukit Bintang dan Jalan Alor. Bukit Bintang sendiri terkenal sebagai surga belanja bagi kamu-kamu shopaholic karena disini ada beberapa tempat perbelanjaan besar yang bisa bikin kamu ngiler dikit :p. Kami berdua juga memasuki salah satu tempat perbelanjaan tersebut dan berburu baju diskonan sambil berjalan kaki cuci mata kanan kiri.

Setelah itu, kami menyempatkan untuk mampir ke Jalan Alor yang banyak terdapat deretan restoran dan kedai makan dengan harga yang cukup terjangkau. Karena sudah cukup kenyang dan sedikit lelah, kami pun mampir untuk ngopi sebentar biar matanya segar dan melek. Salah satu menu kopi favorit saya selama di Kuala Lumpur adalah kopi cham, perpaduan antara kopi dan teh, serta dicampur dengan sedikit susu.

Beranjak dari Jalan Alor, kami juga mampir ke Petaling Street. Disini banyak juga terdapat kedai makanan serta berbagai macam pedagang lainnya yang menawarkan souvenir, jam tangan, gantungan kunci, dan lain sebagainya. Namun saat sampai di Petaling, hari masih cukup terang dan belum banyak kedai makanan yang buka. Akhirnya kami hanya berjalan kaki sebentar, kemudian melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

 

 

Tempat pemberhentian kami yang terakhir adalah Petronas Twin Tower yang ngehits di kalangan para pejalan. Katanya kalau belum kesini atau foto di menara ini, belum sah mengunjungi Kuala Lumpur. Kami tiba di stasiun monorail KLCC (Kuala Lumpur City Centre), langit sudah gelap dan kami berdua juga sudah cukup lelah menghadapi semua ini. eh salah, sudah cukup lelah jalan-jalan maksudnya. Jadi kami hanya masuk ke dalam Mall Suria KLCC sebentar, kemudian berjalan menuju Petronas Twin Tower.

Banyak yang menyarankan datang kesini saat siang atau sore hari karena pemandangan menara tersebut sangat indah dengan berlatarkan birunya langit. Meskipun kami berdua sampai disana saat malam hari, menara tersebut tak kalah menakjubkannya dengan gemerlap lampu yang sudah menyala menghiasi Petronas Twin Tower.

 

 

Setelah puas berfoto-foto dan membeli bekal secukupnya, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju KLIA 2 untuk beristirahat dan bermalam karena esok pagi-pagi kami harus terbang menuju Penang. Karena memang sejak awal Kuala Lumpur merupakan tempat transit saja bagi kami berdua, jadi kami tidak banyak mengunjungi tempat-tempat wisata. Kami hanya menyusuri jalan-jalan pusat kota dari pagi hingga malam. Ada banyak pilihan transportasi umum di Kuala Lumpur yang bisa dipilih sesuai dengan budget, dan banyak petunjuk jalan maupun penggunaan transportasi umum disana jadi kalau cuman pengen jalan-jalan sebentar menghabiskan waktu di pusat kota Kuala Lumpur, kalian ngga bakal kesasar. Bagi saya pribadi, Kuala Lumpur tempat yang pas untuk sekedar relaksasi berkeliling kota maupun sebagai tempat perhentian pertama.

Yuk piknik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM