Menyegarkan Diri di Air Terjun Banyumala

Saking banyaknya air terjun keren di Bali, kadang sering kesulitan menentukan tujuan untuk piknik di akhir pekan. Namun salah satu yang paling berkesan bagi saya adalah Air Terjun Banyumala. Pasca kunjungan pertama saya sudah terkesan dengan pesona alam dan air terjunnya yang masih benar-benar asli. Di kemudian hari, pada kunjungan kedua ini saya makin terpesona karena keindahan alamnya semakin asri berkat kesadaran warga setempat untuk merawat lokasi ini.

Penduduk setempat mempercantik lokasi air terjun dengan menyusun rapi beberapa batang bambu yang dibentuk menjadi jembatan kecil guna menyeberangi kolam di depan air terjun. Selain itu, papan nama air terjun terpasang manis diantara bunga-bunga dan tumbuhan liar, ditambah fasilitas sebuah ruang kecil yang bisa dipergunakan sebagai kamar mandi maupun ruang ganti.

 

Medan trekking yang sejuk abis.

 

Pemandangan selama trekking menuju air terjun.

 

Kali ini merupakan kunjungan saya yang kedua ke Air Terjun Banyumala. Sekalipun sudah pernah berkunjung kemari, rasanya selalu berbeda. Dan kali ini tak hanya teman jalan yang berbeda, tapi melihat wilayah air terjun sendiri, juga beberapa mengalami perubahan.

Bersama Adi dan Via, teman semasa kuliah dulu yang berkarir di ibukota, setelah memasuki kawasan Bedugul, kendaraan kami melaju pelan memasuki jalan kecil (yang hanya muat 1 mobil saja) dari jalan raya Wanagiri. Sekitar 1 kilometer kemudian, beberapa pemuda desa mengarahkan kami ke tempat parkir mobil yang nampaknya baru selesai dibangun. Setelah memarkir mobil dengan rapi, membawa barang-barang seperlunya, dan membayar tiket masuk seharga Rp10.000,-/orang, kami memulai perjalanan trekking menuju air terjun.

Tidak banyak yang berubah dari jalur trekking ini dari pertama kali saya kesini sekitar 2 tahun lalu. Beberapa kayu atau ranting pohon disusun untuk batas tangga atau pinggiran tanah tempat trekking supaya pengunjung bisa berpegangan pada kayu tersebut selama trekking. Setelah sekitar 15 menit hingga 20 menit kami menapaki jalanan trekking tersebut, sampailah di salah satu air terjun tersohor di Buleleng ini.

Untung saja belum ada pengunjung lainnya yang datang kemari. Masih benar-benar sepi. Setiap saya berencana akan berkunjung ke sebuah air terjun dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari Denpasar, saya memang suka berangkat pagi buta agar sampai di air terjun, udara masih sangat segar, belum terlalu panas, dan yang terpenting belum banyak pengunjung datang sehingga kita bisa menikmati air terjun tersebut sepuasnya. Serasa milik pribadi! Saya dan Via segera beranjak berganti baju, sedangkan Adi sudah mulai mengarahkan kameranya kesana kemari mengambil gambar sepuasnya.

Kali ini saya memberanikan diri untuk membasahi tubuh di kolam air terjun. Awalnya tak mengira airnya bakal dingin karena matahari sudah bersinar terang di atas sana. Namun ternyata perkiraan saya salah besar. Air masih berasa benar-benar dinginnya minta ampun. Cukup 5 menit berendam saja saya sudah tak mampu menahan dinginnya air. Harap maklum, saya anaknya tropis banget.

 

Difotoin Setyo Adi Nugroho.

 

Puas berendam dan bermain di Banyumala, kami berjalan lebih masuk lagi ke bagian lain dari air terjun. Beberapa meter dari air terjun tersebut, kami temukan air terjun mini yang tak kalah indah. Dikelilingi pohon-pohon liar yang diterpa sinar matahari, menambah suasana syahdu air terjun Banyumala di pagi hari. Tak berselang lama, pengunjung lainnya pun berdatangan dan kami beranjak pulang. Melanjutkan perjalanan kembali ke hiruk pikuk kota.

 

Air terjun lebih kecil dengan letak tersembunyi.

 

Pemandangan sisi lain Air Terjun Banyumala.

 

Pemandangan sisi lain Air Terjun Banyumala.

 

Air terjun ini berada di dasar lembah Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Kabupaten ini memang banyak menawarkan wisata air terjun yang menakjubkan, salah satunya Banyumala. Tak hanya air terjunnya saja yang alami dan sedap dipandang berlama-lama, alam sekitarnya pun tak kalah indah dibandingkan dengan wisata-wisata lainnya di Pulau Dewata. Jika tidak ingin berenang atau berendam disini, kita juga bisa bermalas-malasan sambil menikmati suasana yang damai dan tenang, jauh dari keramaian kota.

Yuk piknik!

 

Jika beruntung bisa ketemu warga setempat yang sedang ngumpulin Bunga Pecah Seribu.

 

Air terjun Banyumala dari kejauhan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM