Menyusuri Mural Unik di George Town

Pukul 08.00 waktu setempat, saya dan Steffi sudah menginjakkan kaki di Penang. Ini merupakan kota kedua yang kami jelajahi setelah Kuala Lumpur. Pagi itu kami berdua masih cukup mengantuk karena malamnya kami tidak bisa tidur lelap di bandara KLIA2, sehingga kami masih sedikit linglung saat tiba di Penang.

Keluar dari Bandara Internasional Penang, kami langsung mencari stasiun Bus Rapid Penang untuk menuju George Town tempat kami akan menginap selama 2 malam kedepan. Karena perjalanan dari bandara menuju George Town lebih dari 1 jam, kami berdua memanfaatkan waktu tersebut untuk sekedar merem sebentar sambil mengumpulkan tenaga. Namanya juga transportasi umum berupa bus, jalannya pun tak secepat kilat dan selalu berhenti di setiap halte yang dilewati. Jadi tidur 1 jam cukup membantu memulihkan tenaga kita.

Akhirnya kami sampai di Komtar atau pemberhentian bus. Setelah membuka peta, ternyata jarak penginapan kami masih sekitar 2 kilometer lagi dari Komtar. Karena bingung akan arah dan tujuan menuju penginapan tersebut, kami pun bertanya ke beberapa sopir bus yang berada di Komtar. Kemudian ada salah satu sopir yang mengatakan untuk naik menuju bus-nya yang melewati Lebuh Victoria dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju penginapan.

 

Salah satu sudut George Town.

 

Selang 10 menit kemudian, sampailah kami di G Times Inn Hotel, penginapan kami selama di Penang. Kali ini kami tidak hanya berdua saja menjelajah Penang. Kami bersama dengan 4 teman kami lainnya yang berasal dari Bali, yang lebih dulu sampai di Penang. Setelah bongkar backpack dan membersihkan diri sejenak, kami lanjut jalan.

Pemberhentian pertama tentunya memberi makan cacing-cacing perut yang sudah sedikit berontak agar kami kuat menghadapi hidup, eh maksudnya agar kuat buat jalan-jalan lagi. Kuliner Penang pertama kami adalah Mee Sotong Hameed. Makanan yang terdiri dari mee atau mie, dicampur dengan olahan sotong atau cumi yang sudah dibumbui sebelumnya, ditambah taburan daun bawang serta jeruk nipis. Menu yang disajikan hanya ada 2, yaitu Mee Sotong Rebus dan Mee Sotong Goreng. Karena masih siang hari dan cukup terik di Penang, saya pun memilih Mee Sotong Goreng agar tidak terlalu panas dan berkeringat. Rasanya enak, cukup manis dan segar yang berasal dari jeruk nipisnya. Wajib dicoba saat berkunjung ke Penang.

 

Seporsi Mee Sotong Goreng yang langsung habis dalam hitungan menit karena lapar. Hahahahaha

 

Sudah kenyang dan puas isi perut, jangan langsung tidur nanti gemuk. Hahahaha. Kami pun lanjut berjalan kaki disekitar tempat makan tersebut untuk mengunjungi beberapa bangunan tua yang ada di George Town.

Sebagai salah satu Kota Warisan Budaya yang ditetapkan oleh UNESCO, berjalan kaki menyusuri George Town merupakan pilihan yang tepat. Nama George Town sendiri berasal dari nama Raja Inggris, King George III, dan kota ini telah terbentuk sekitar tahun 1786 yang lalu. Ibukota Penang tersebut mempunyai banyak catatan sejarah dalam bentuk bangunan-bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial yang terbanyak se-Asia Tenggara. Bangunan bersejarah tersebut pun terawat dengan baik, masih tetap berdiri, dan berfungsi hingga sekarang ini. Tak hanya gedung-gedung perkantoran saja, banyak juga penginapan maupun restoran yang menggunakan bangunan kuno nan klasik. Tak hanya bangunan bersejarah saja yang bisa dinikmati di kota ini, sebagai bonus, kami juga menikmati beragam mural atau street art yang bagus didokumentasikan.

 

 

 

Seniman yang banyak melukis di dinding-dinding George Town adalah Ernest Zacharevic yang berasal dari Lithuania. Salah satu keunikan muralnya adalah tidak hanya dilukis di atas dinding yang mulus putih bersih, namun dia juga melukis di dinding yang relatif tua dan rusak.

Sayangnya, cuaca saat kami berburu mural tersebut habis hujan dan masih cukup mendung menjelang malam sehingga kami tidak menikmati banyak mural. Hanya beberapa yang berhasil kami nikmati dan kami dokumentasikan sembari kami kembali berjalan menuju penginapan untuk beristirahat.

 

 

 

 

Yuk piknik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *