akomodasi bali

Beristirahat Sejenak di Cepik Villa Sidemen

Let’s loosen up some time and take a break to re-calibrate our life. – Erik Pevernagie

Continue reading

Menikmati Nyepi di Villa Matahari

Bulan Maret datang lagi di Bali. Seperti tahun lalu, Hari Raya Nyepi Caka pada tahun ini jatuh di bulan Maret. Hari Raya Nyepi merupakan perayaan tahun baru menurut kalender Hindu Bali. Pada hari raya Nyepi ini umat Hindu Bali melakukan Catur Brata Penyepian dengan berdiam diri di rumah, tidak melakukan aktivitas bepergian, tidak melakukan pekerjaan, tidak bersenang-senang, dan tidak menyalakan api maupun cahaya.Karena Nyepi dirayakan di seluruh pulau Bali, maka semua orang wajib mengikuti aturan ini, termasuk pula kami. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini pun kami dan beberapa kawan serta saudara berencana untuk menikmati malam Nyepi bersama-sama di vila. Beberapa hari menjelang Nyepi, saya dan Bettam mulai siap-siap belanja berbagai kebutuhan bahan makanan. Bettam selalu jadi tukang masak andalan, karena memang dia satu-satunya yang mampu mengolah makanan. Sehari sebelum Nyepi tiba, kami sudah siap berangkat menuju vila. Sayang, sehari sebelumnya, rencana yang sudah disusun sedemikian rupa tak berjalan mulus. Semenjak pandemi Corona menerpa Bali, banyak pertimbangan yang harus dibuat saat ingin bepergian. Beberapa kerabat kami urung ikut karena kondisi yang tidak memungkinkan. Akhirnya, tinggal 7 orang yang memutuskan untuk berangkat menginap di vila yang sudah dipesan sebelumnya. Pintu masuk menuju vila.  Untung saja perjalanan lancar dan cuaca benar-benar cerah. Kami sampai di vila tepat saat waktu check in dan disambut Andre, bule Perancis yang sudah sangat fasih berbahasa Indonesia. Rupanya Andre adalah orang yang ditunjuk untuk mengelola vila yang akan kami tempati ini. Urusan check in beres, saya langsung berkeliling melihat sekeliling vila yang bernama Villa Matahari ini. Villa Matahari dari atas. Vila yang kami tempati ini berada di wilayah Bukit Ungasan, Kuta Selatan. Sengaja kami pilih agar dekat jika esok harinya Bettam harus langsung bekerja. Vila ini berada dalam satu lahan yang luas namun cukup terisolir. Di bagian depan, ada vila lain yang masih dalam satu area, sedangkan vila yang kami tempati ada di bagian belakang. Bonusnya tidak ada tetangga dan hanya tanah kosong di baliknya sehingga kalau kami ribut pun tak akan terlalu kentara. Hahaahaa…Vila ini terdiri dari sebuah ruang keluarga yang jadi satu dengan dapur dan ruang makan. Satu kamar terletak berseberangan dengan ruang keluarga, sedangkan 3 kamar lainnya berada di bagian luar dengan sebuah kolam renang terbuka berukuran sedang. Beberapa bench tersedia di tepi kolam, ditambah taman kecil yang membuat suasana semakin teduh dan menyejukkan.Dalam ruang utama vila ini ada sebuah dapur modern dengan kompor gas 3 tungku, serta berbagai peralatan memasak tersedia lengkap. Ditambah beberapa peralatan lain seperti microwave, penanak nasi, toaster, kulkas, mesin kopi hingga dispenser komplit dengan galon airnya. Meja makan dengan 8 kursi terletak di bagian tengah ruangan, televisi layar datar di seberang lain meja ini. Di sisi lainnya, sebuah sofa empuk dan meja kopi juga tersedia untuk bersantai. Salah satu sudut ruang utama vila. Kamar tidurnya pun ditata apik, dengan satu tempat tidur ukuran Queen, dan dibungkus kain kelambu. Dilengkapi dengan satu lemari pakaian finishing washed paint, ditambah pula meja kecil dan kursi kayu. Kamar mandi serta toilet terletak di balik dinding dengan konsep luar ruang. Tersedia pula pemanas air yang memadai untuk menyediakan air hangat untuk mandi. Amenitas seperti bath towel, pool towel hingga pernik toiletries pun lengkap tersedia.     Puas berkeliling, tentu saja saya langsung mencoba kolam renangnya bersama dengan yang lain. Sedangkan Bettam mulai sibuk dengan perlengkapan perangnya di dapur. Selama Nyepi, kegiatan kami hanya makan, minum, renang, tidur, ngobrol ngalur-ngidul, dan bermalas-malasan. Selama 3 hari 2 malam penuh kami benar-benar menikmati Nyepi. Cuaca yang sangat cerah menjadi bonus luar biasa tahun ini, karena pada Nyepi tahun sebelumnya hujan mengguyur tanpa henti selama 3 hari. Yang selalu dinanti saat Nyepi, Milky Way. Malam hari saat perayaan Nyepi begitu spesial karena tanpa adanya polusi cahaya, hamparan bintang di langit malam terlihat sangat jelas. Tak sabar rasanya menunggu gugusan Milky Way lewat di malam buta. Berulang kali kami menghitung munculnya shooting star yang melesat tiba-tiba. Gugusan bintang nampak tersebar, kelap kelipnya pun menambah kecantikan akan langit malam yang sesungguhnya.Semoga suatu hari nanti kami dapat mengulang waktu kembali, berkumpul bersama, menyepi bersama, dan memandang taburan bintang bersama.Yuk piknik! Peserta Nyepi kali ini: Bettam, Wulan, Praven, Aryo, Nia, dan Diki. Semua foto diabadikan oleh Diki Cahyo Gumelar 

Continue reading

Staycation Seru di Kayangan Villa Ubud

Beberapa hari terakhir ini cuaca di Bali memang sedang panas-panasnya. Merunut informasi di kanal berita daring, karena…

Continue reading

Begini Rasanya Menginap di The Royal Pita Maha, Campuhan, Ubud

Sampai sekarang Ubud masih menjadi salah satu tempat yang paling nyaman untuk weekend escape atau sekedar mencari pengalih perhatian dari rutinitas. Bagi saya dan Bettam yang tinggal di Denpasar, suasana Ubud seperti penyejuk yang menyegarkan. Apalagi jaraknya tak terlalu jauh, maka bagi kami Ubud selalu jadi pilihan jika ingin lari dari penatnya keseharian. Deretan resor dan penginapan tersebar nyaris di seluruh penjuru Ubud. Mulai dari kelas backpacker hingga resor super mewah berharga jutaan rupiah semalam. Beruntungnya, saya dan Bettam mendapat kesempatan untuk merasakan tinggal di The Royal Pita Maha, sebuah resor menawan di kawasan perbukitan Campuhan, Desa Kedewatan, Ubud, Bali. Lokasinya yang jauh dari pusat keramaian Ubud menjadikannya tempat yang tepat untuk beristirahat sejenak dari kesibukan harian. Ini merupakan sebuah kado pernikahan yang tak terkira sebelumnya dari Pak Cok Ace (beliau sekarang menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali), salah satu narasumber saya yang sangat ramah saat masih menjadi kuli tinta dulu. The Royal Pita Maha merupakan sebuah resor dengan tata lansekap yang unik dan menarik. Terletak di tepi Sungai Ayung, resor ini dibangun sedemikian rupa sehingga elemen Bali terasa dengan begitu kentalnya hampir di setiap sudut resor. Mulai dari ukiran, hiasan interior hingga warna-warni kembang yang tumbuh hingga di bagian dalam villa privat yang kami tinggal waktu itu.   Teduhnya jalan menuju kamar.   Pool Villa yang kami tempat saat di The Royal Pita Maha.     Beruntungnya lagi kami mendapatkan Private Pool Villa yang lokasinya berada di salah satu bagian tebing Sungai Ayung. Sebuah vila berukuran luas dengan kolam renang pribadi di sisi luar sebelah belakang. Vila ini terdiri dari sebuah kamar tidur dengan dipan berukuran King size, tentu saja lengkap dengan kain kelambu dan deretan bantal nan empuk. Sebuah ruang keluarga dengan televisi besar terletak di satu sisi. Sementara sisi seberangnya adalah kamar mandi yang dilengkapi dengan bath up dan shower room. Tepat di depan tempat tidur, sebuah pintu kaca besar dengan rangka kayu yang kokoh menjadi pembatas antara kamar tidur dengan kolam di bagian luar. Cahaya lampu temaram menerangi kolam sedalam 1,5 meter, sedangkan di tepi kolam terdapat 2 buah dipan kayu dengan payung menaunginya. Sebuah kado romantis yang sangat pas buat pasangan honeymoon seperti kami berdua, bukan begitu? Hehehee   Pemandangan dari dalam kamar.   Tempat bersantai tepi kolam.   Setiap sudut halaman kamar yang penuh dengan bunga dan dedaunan.   Kolam renang terbuka yang menghadap langsung ke lembah dan Sungai Ayung ini jadi spot favorit kami saat tinggal di sana. Saking takjub dan kagum akan keindahan resor ini, kami tak banyak mengambil foto. Saya ingat, malam itu kami menghabiskan waktu setelah santap malam di kolam renang. Mulai dari duduk-duduk santai di tepi kolam, hingga berenang di bawah redupnya bulan di Campuhan. Iya, kami tak peduli resiko masuk angin saat itu. Demi romantisme pasangan baru tentu saja…oops! Esok harinya, sejuk udara di Campuhan membangunkan kami, yang menggigil kedinginan. Disambung dengan keruyuk suara perut yang minta perhatian dan asupan makanan. Pertama yang terlintas dalam pikiran kami adalah kopi dan sarapan. Selesai cuci muka seadanya, kami bergegas menuju salah satu restoran The Royal Pita Maha untuk mengambil jatah sarapan pagi. Pemandangan di restoran ini ternyata lebih menakjubkan lagi. Berada di sisi tebing yang lain, restoran ini berlatar hijaunya sawah dan hutan kecil di kaki Campuhan. Kopi, sosis panggang, bacon dan roti yang kami santap pagi itu benar-benar terasa super nikmat. Rupanya ini yang disebut para bule-bule traveller kelas jetset itu dengan “Breakfast with a view”.   Pemandangan di salah satu restoran The Royal Pita Maha.   Sebenarnya kami ingin berlama-lama menikmati waktu di restoran ini. Sayangnya, sudah dua gelas kopi dan tambahan 3 potong sosis kami habiskan. Tak tega kami jika harus mengambil tambahan makanan lagi…tau kan…bukan malu, sama sekali bukan. Cuma tidak tega itu tadi.. Bergegas kami kembali ke vila kami. Sedikit jepret-jepret demi eksistensi konten tak lupa kami ambil sembari berjalan. Sebelum mandi, Bettam memilih untuk berenang barang satu-dua putaran. Biar agak sehat katanya..(hahahhaa….gayamu!). Lepas mandi, kami mulai berkemas. Tak lupa ambil beberapa foto interior kamar yang extra cozy ini. Berharap suatu hari nanti kami bisa kembali ke sini. (Pak Cok, berharap boleh kan ya? Ya..ya..ya.. #bukankode) Pengalaman menginap di The Royal Pita Maha bagi kami jadi salah satu yang paling berkesan. Bukan sekedar weekend escape biasa, tapi kali itu benar-benar luxury escape yang sesungguhnya! Yuk piknik!      

Continue reading

Weekend Getaway di Bloomfield Umalas

Melarikan diri dari penatnya rutinitas mingguan memang menggiurkan. Meski baru minggu lalu kami berakhir pekan dengan camping getaway, minggu ini…

Continue reading