vila di bali

Menikmati Nyepi di Villa Matahari

Bulan Maret datang lagi di Bali. Seperti tahun lalu, Hari Raya Nyepi Caka pada tahun ini jatuh di bulan Maret. Hari Raya Nyepi merupakan perayaan tahun baru menurut kalender Hindu Bali. Pada hari raya Nyepi ini umat Hindu Bali melakukan Catur Brata Penyepian dengan berdiam diri di rumah, tidak melakukan aktivitas bepergian, tidak melakukan pekerjaan, tidak bersenang-senang, dan tidak menyalakan api maupun cahaya.Karena Nyepi dirayakan di seluruh pulau Bali, maka semua orang wajib mengikuti aturan ini, termasuk pula kami. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini pun kami dan beberapa kawan serta saudara berencana untuk menikmati malam Nyepi bersama-sama di vila. Beberapa hari menjelang Nyepi, saya dan Bettam mulai siap-siap belanja berbagai kebutuhan bahan makanan. Bettam selalu jadi tukang masak andalan, karena memang dia satu-satunya yang mampu mengolah makanan. Sehari sebelum Nyepi tiba, kami sudah siap berangkat menuju vila. Sayang, sehari sebelumnya, rencana yang sudah disusun sedemikian rupa tak berjalan mulus. Semenjak pandemi Corona menerpa Bali, banyak pertimbangan yang harus dibuat saat ingin bepergian. Beberapa kerabat kami urung ikut karena kondisi yang tidak memungkinkan. Akhirnya, tinggal 7 orang yang memutuskan untuk berangkat menginap di vila yang sudah dipesan sebelumnya. Pintu masuk menuju vila.  Untung saja perjalanan lancar dan cuaca benar-benar cerah. Kami sampai di vila tepat saat waktu check in dan disambut Andre, bule Perancis yang sudah sangat fasih berbahasa Indonesia. Rupanya Andre adalah orang yang ditunjuk untuk mengelola vila yang akan kami tempati ini. Urusan check in beres, saya langsung berkeliling melihat sekeliling vila yang bernama Villa Matahari ini. Villa Matahari dari atas. Vila yang kami tempati ini berada di wilayah Bukit Ungasan, Kuta Selatan. Sengaja kami pilih agar dekat jika esok harinya Bettam harus langsung bekerja. Vila ini berada dalam satu lahan yang luas namun cukup terisolir. Di bagian depan, ada vila lain yang masih dalam satu area, sedangkan vila yang kami tempati ada di bagian belakang. Bonusnya tidak ada tetangga dan hanya tanah kosong di baliknya sehingga kalau kami ribut pun tak akan terlalu kentara. Hahaahaa…Vila ini terdiri dari sebuah ruang keluarga yang jadi satu dengan dapur dan ruang makan. Satu kamar terletak berseberangan dengan ruang keluarga, sedangkan 3 kamar lainnya berada di bagian luar dengan sebuah kolam renang terbuka berukuran sedang. Beberapa bench tersedia di tepi kolam, ditambah taman kecil yang membuat suasana semakin teduh dan menyejukkan.Dalam ruang utama vila ini ada sebuah dapur modern dengan kompor gas 3 tungku, serta berbagai peralatan memasak tersedia lengkap. Ditambah beberapa peralatan lain seperti microwave, penanak nasi, toaster, kulkas, mesin kopi hingga dispenser komplit dengan galon airnya. Meja makan dengan 8 kursi terletak di bagian tengah ruangan, televisi layar datar di seberang lain meja ini. Di sisi lainnya, sebuah sofa empuk dan meja kopi juga tersedia untuk bersantai. Salah satu sudut ruang utama vila. Kamar tidurnya pun ditata apik, dengan satu tempat tidur ukuran Queen, dan dibungkus kain kelambu. Dilengkapi dengan satu lemari pakaian finishing washed paint, ditambah pula meja kecil dan kursi kayu. Kamar mandi serta toilet terletak di balik dinding dengan konsep luar ruang. Tersedia pula pemanas air yang memadai untuk menyediakan air hangat untuk mandi. Amenitas seperti bath towel, pool towel hingga pernik toiletries pun lengkap tersedia.     Puas berkeliling, tentu saja saya langsung mencoba kolam renangnya bersama dengan yang lain. Sedangkan Bettam mulai sibuk dengan perlengkapan perangnya di dapur. Selama Nyepi, kegiatan kami hanya makan, minum, renang, tidur, ngobrol ngalur-ngidul, dan bermalas-malasan. Selama 3 hari 2 malam penuh kami benar-benar menikmati Nyepi. Cuaca yang sangat cerah menjadi bonus luar biasa tahun ini, karena pada Nyepi tahun sebelumnya hujan mengguyur tanpa henti selama 3 hari. Yang selalu dinanti saat Nyepi, Milky Way. Malam hari saat perayaan Nyepi begitu spesial karena tanpa adanya polusi cahaya, hamparan bintang di langit malam terlihat sangat jelas. Tak sabar rasanya menunggu gugusan Milky Way lewat di malam buta. Berulang kali kami menghitung munculnya shooting star yang melesat tiba-tiba. Gugusan bintang nampak tersebar, kelap kelipnya pun menambah kecantikan akan langit malam yang sesungguhnya.Semoga suatu hari nanti kami dapat mengulang waktu kembali, berkumpul bersama, menyepi bersama, dan memandang taburan bintang bersama.Yuk piknik! Peserta Nyepi kali ini: Bettam, Wulan, Praven, Aryo, Nia, dan Diki. Semua foto diabadikan oleh Diki Cahyo Gumelar 

Continue reading

FOLLOW @ INSTAGRAM