Begini Rasanya Menginap di The Royal Pita Maha, Campuhan, Ubud

Sampai sekarang Ubud masih menjadi salah satu tempat yang paling nyaman untuk weekend escape atau sekedar mencari pengalih perhatian dari rutinitas. Bagi saya dan Bettam yang tinggal di Denpasar, suasana Ubud seperti penyejuk yang menyegarkan. Apalagi jaraknya tak terlalu jauh, maka bagi kami Ubud selalu jadi pilihan jika ingin lari dari penatnya keseharian.

Deretan resor dan penginapan tersebar nyaris di seluruh penjuru Ubud. Mulai dari kelas backpacker hingga resor super mewah berharga jutaan rupiah semalam. Beruntungnya, saya dan Bettam mendapat kesempatan untuk merasakan tinggal di The Royal Pita Maha, sebuah resor menawan di kawasan perbukitan Campuhan, Desa Kedewatan, Ubud, Bali. Lokasinya yang jauh dari pusat keramaian Ubud menjadikannya tempat yang tepat untuk beristirahat sejenak dari kesibukan harian. Ini merupakan sebuah kado pernikahan yang tak terkira sebelumnya dari Pak Cok Ace (beliau sekarang menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali), salah satu narasumber saya yang sangat ramah saat masih menjadi kuli tinta dulu.

The Royal Pita Maha merupakan sebuah resor dengan tata lansekap yang unik dan menarik. Terletak di tepi Sungai Ayung, resor ini dibangun sedemikian rupa sehingga elemen Bali terasa dengan begitu kentalnya hampir di setiap sudut resor. Mulai dari ukiran, hiasan interior hingga warna-warni kembang yang tumbuh hingga di bagian dalam villa privat yang kami tinggal waktu itu.

 

Teduhnya jalan menuju kamar.

 

Pool Villa yang kami tempat saat di The Royal Pita Maha.

 

 

Beruntungnya lagi kami mendapatkan Private Pool Villa yang lokasinya berada di salah satu bagian tebing Sungai Ayung. Sebuah vila berukuran luas dengan kolam renang pribadi di sisi luar sebelah belakang. Vila ini terdiri dari sebuah kamar tidur dengan dipan berukuran King size, tentu saja lengkap dengan kain kelambu dan deretan bantal nan empuk. Sebuah ruang keluarga dengan televisi besar terletak di satu sisi. Sementara sisi seberangnya adalah kamar mandi yang dilengkapi dengan bath up dan shower room.

Tepat di depan tempat tidur, sebuah pintu kaca besar dengan rangka kayu yang kokoh menjadi pembatas antara kamar tidur dengan kolam di bagian luar. Cahaya lampu temaram menerangi kolam sedalam 1,5 meter, sedangkan di tepi kolam terdapat 2 buah dipan kayu dengan payung menaunginya. Sebuah kado romantis yang sangat pas buat pasangan honeymoon seperti kami berdua, bukan begitu? Hehehee

 

Pemandangan dari dalam kamar.

 

Tempat bersantai tepi kolam.

 

Setiap sudut halaman kamar yang penuh dengan bunga dan dedaunan.

 

Kolam renang terbuka yang menghadap langsung ke lembah dan Sungai Ayung ini jadi spot favorit kami saat tinggal di sana. Saking takjub dan kagum akan keindahan resor ini, kami tak banyak mengambil foto. Saya ingat, malam itu kami menghabiskan waktu setelah santap malam di kolam renang. Mulai dari duduk-duduk santai di tepi kolam, hingga berenang di bawah redupnya bulan di Campuhan. Iya, kami tak peduli resiko masuk angin saat itu. Demi romantisme pasangan baru tentu saja…oops!

Esok harinya, sejuk udara di Campuhan membangunkan kami, yang menggigil kedinginan. Disambung dengan keruyuk suara perut yang minta perhatian dan asupan makanan. Pertama yang terlintas dalam pikiran kami adalah kopi dan sarapan. Selesai cuci muka seadanya, kami bergegas menuju salah satu restoran The Royal Pita Maha untuk mengambil jatah sarapan pagi.

Pemandangan di restoran ini ternyata lebih menakjubkan lagi. Berada di sisi tebing yang lain, restoran ini berlatar hijaunya sawah dan hutan kecil di kaki Campuhan. Kopi, sosis panggang, bacon dan roti yang kami santap pagi itu benar-benar terasa super nikmat. Rupanya ini yang disebut para bule-bule traveller kelas jetset itu dengan “Breakfast with a view”.

 

Pemandangan di salah satu restoran The Royal Pita Maha.

 

Sebenarnya kami ingin berlama-lama menikmati waktu di restoran ini. Sayangnya, sudah dua gelas kopi dan tambahan 3 potong sosis kami habiskan. Tak tega kami jika harus mengambil tambahan makanan lagi…tau kan…bukan malu, sama sekali bukan. Cuma tidak tega itu tadi..

Bergegas kami kembali ke vila kami. Sedikit jepret-jepret demi eksistensi konten tak lupa kami ambil sembari berjalan. Sebelum mandi, Bettam memilih untuk berenang barang satu-dua putaran. Biar agak sehat katanya..(hahahhaa….gayamu!). Lepas mandi, kami mulai berkemas. Tak lupa ambil beberapa foto interior kamar yang extra cozy ini. Berharap suatu hari nanti kami bisa kembali ke sini. (Pak Cok, berharap boleh kan ya? Ya..ya..ya.. #bukankode)

Pengalaman menginap di The Royal Pita Maha bagi kami jadi salah satu yang paling berkesan. Bukan sekedar weekend escape biasa, tapi kali itu benar-benar luxury escape yang sesungguhnya!

Yuk piknik!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM